Suatu ketika, saat saya sedang menginap di salah satu hotel tepatnya di Kabupaten
Temanggung, saat itu saya merasa mendapat suatu hadiah untuk bisa berdua dengan suami saya walaupun hanya satu malam hehehehee.. Saya rasa Temanggung bukan suatu daerah yang "Ndeso" (seperti banyak orang bilang) justru saya merasa lebih comfort dan senang ketika bisa menginap disana dan sedikit jalan-jalan menikmati pemandangan, jauh dari stress, dengan penduduk yang ramah, kota yang bersih, segar dan asri. Jujur baru kali itu pertama kalinya saya berada di Kabupaten Temanggung dan saya tertarik untuk mengunjungi KabupatenTemanggung lagi, karena memang belum sempat untuk mengunjungi tempat2 wisatanya.
Namun, ada sedikit pelajaran yang saya dapatkan dari perjalanan saya. Tepatnya ketika hendak sarapan di hotel, disitu ada rombongan (sepertinya sich Bapak2 & Ibu2 yach.. bisa dikatakan orang2 sukseslah disuatu wilayah). Disitu seperti biasa sebelum saya sarapan, saya menyiapkan (ngladeni=bahasa jawa) suami saya terlebih dahulu dari mengambilkan secangkir teh, air putih, s/d suamiku memilih setangkup roti dengan selai strawbery sebagai isinya. Baru saya menyiapkan makanan untuk saya sendiri sembari menemani suami saya makan. Saat itu pula banyak Bapak2 yang melihat dan memperhatikan saya (bukannya ge er sich..) mungkin juga mereka iri karena para istri mereka tidak melayani suaminya terlebih dahulu ketika di meja makan. Hmmm... memang sich tidak ada yang aneh, tapi ganjil ajah, umur mereka kan jauh lebih tua dari saya, bukannya saat2 seperti ini mereka membutuhkan banyak perhatian dari para istri mereka.
Dan anehnya (sedikit menguping dan memperhatikan sich) mereka mengatakan "wong ndeso" pada salah satu pelayan ketika mereka merasa tidak puas terhadap pelayanannya... tapi menurutku justru mereka itu lebih tepat dikatakan "kampungan" karena sikap, cara bercanda, cara bicara yang sedikit urakan dan berlebihan.. Trus apa bedanya?? lebih parah kan??
Justru menurutku,"wong ndeso" itu lebih nrimo, sopan kerena keluguan mereka...??
Yah.. saya merasa aneh ajah saat itu... Klo orang Jawa bilang "Wolak Walike Donyo" hehehehee..
Yah itu saja sich yang ingin saya ceritakan, pelajaran bagi saya untuk ke depan untuk lebih menghargai orang lain, sekecil apapun pekerjaan kita itu hanya status kita di dunia, kita harus tetap bisa menghargai diri sendiri dan orang lain.